Advertisement

Masyarakat sipil disebut sebagai Pengeroyokan Staf Hotel di Bekasi, Polisi sudah dapat pastikan!

Masyarakat sipil disebut sebagai Pengeroyokan Staf Hotel di Bekasi, Polisi sudah dapat pastikan!
Foto: Tangkapan layar video pria dikeroyok di hotel di Kabupaten Bekasi. (screenshot video)
Editor : Terasbekasi1 Bekasi — Selasa, 5 Januari 2021 17:56 WIB

Bekasi, dilansir laman detik.com -  Polres Metro Bekasi menyatakan bahwa telah memastikan sudah ada 3 orang pengeroyok Executive Chef Hotel Batiqa, Antonius Heru, dan stafnya Fauzi yang merupakan masyarakat sipil. Pihak dari kepolisian membantah pengakuan salah satu pelaku yang mengatakan memiliki anggota oknum Polres dan Korem.

"Nggak ada anggota," kata Kapolres Metro Bekasi, Kombes Hendra Gunawan, saat dihubungi, Selasa (5/1/2021).

Hendra  selaku Kapolres Metro Bekasi telah membantah pengakuan salah satu pelaku yang menyebut anggotanya berasal dari Korem dan Polres. Dia sudah memastikan seluruh pelaku pengeroyokan merupakan masyarakat sipil.

"Semua (pelaku) masyarakat sipil, 3 orang," tegas Hendra.

Pengakuan dari  pelaku ini disampaikan oleh Marketing Communication Hotel Batiqa Jababeka, Risda. Dia menyebutkan bahwa salah satu pelaku mengklaim salah satu dari anggota mereka adalah oknum Korem dan Polres.

"Pelaku mengklaim bahwa salah satu dari anggota mereka adalah Korem dan Polres," ucap Risda pada keterangannya seperti dilihat detik.com.

Seperti yang telah diketahui, polisi telah menyelidiki kasus pengeroyokan terhadap Executive Chef Hotel Batiqa, Antonius Heru, dan stafnya, Fauzi. Sebanyak tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka dari kasus tersebut.

"Sekarang baru proses pemeriksaan sebagai tersangka, sementara tiga orang (tersangka)," tutur Kapolsek Cikarang Selatan saat dihubungi detikcom, Selasa (5/1/2021).

Menurut  penjelasan dari Sukadi, ketiga tersangka diketahui menjadi pelaku penganiayaan terhadap dua karyawan hotel tersebut. Salah satu pelaku berinisial M diketahui menjadi pelaku utama dari aksi penganiayaan tersebut.

Sukadi juga menambahkan  pengeroyokan tersebut bermula dari sebuah permintaan M yang hendak pergi ke restoran dan kafe hotel namun tidak diperkenankan oleh pengelola hotel mengingat telah melebihi jam operasional.

M merasa tidak terima dengan hal tersebut, kemudian ia melakukan pemukulan. Aksi M tersebut lalu diikuti dua tersangka lainnya.

"Akhirnya si M ini melakukan penganiayaan kepada karyawan hotel. M ini kan bosnya, melihat itu anak buahnya yang dua ikut mukulin juga," jelas Sukadi.

Ketiga tersangka sejak pukul 10.00 WIB tadi telah menjalani pemeriksaan di Polsek Cikarang Selatan. Ketiganya telah dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, dengan ancaman 7 tahun penjara.

"Baru diperiksa sebagai tersangka, apakah ditahan atau tidak nanti setelah pemeriksaan tersangka selesai," sambung Sukadi.

Sebelumnya telah diketahui video aksi pengeroyokan pria di salah satu hotel di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, viral di media sosial. Insiden dari pengeroyokan itu terjadi di Hotel Batiqa, Jababeka, Kabupaten Bekasi, pada Minggu (3/1) pukul 02.00 WIB. Pihak Hotel Batiqa sudah menjelaskan kronologi pengeroyokan tersebut.

"Ada 7 pria dan 1 wanita yang saat itu datang dalam keadaan mabuk. Pada saat itu juga, mereka memesan salah satu kamar untuk mengistirahatkan si tamu wanita," ujar Marketing Communication, Risda, dalam keterangannya, Senin (4/1/2021) malam.

Ke-7 pria tersebut kemudian datang ke front office (FO) hotel. Mereka berniat untuk memesan minuman di restoran di hotel tersebut.

"Dijelaskan oleh staf FO kami, Fauzi, bahwa restoran kami sudah tutup, karena jam operasional restoran dalam masa pandemi adalah jam 11 malam. Namun ketujuh tamu tersebut bersikeras untuk memesan minuman dari restoran," tegas Risda. (fka)

Pengeroyokan Staf Hotel di Bekasi Polisi Tetapkan Tersangka Pengeroyokan Bekasi

Loading...

Related Post