Advertisement

Imbas dari Cuaca Buruk di Pontianak, Lion Air dan Garuda Gagal Mendarat

Imbas dari Cuaca Buruk di Pontianak, Lion Air dan Garuda Gagal Mendarat
Ilustrasi Pesawat. Sumber: Antara
Editor : Terasbekasi1 Bekasi — Kamis, 14 Januari 2021 09:56 WIB
Teras Bekasi, Jakarta – Sejumlah dua pesawat dari maskapai Lion Air dan Garuda Indonesia dengan rute penerbangan CGK-Pontianak gagal mendarat di Bandara Internasional Supadio Pontianak, Rabu (13/1) sore.

Kabar gagalnya dua pesawat mendarat tersebut telah terkonfirmasi oleh General Manajer PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Internasional Supadio Pontianak, Eri Brawliantoro dikutip dari Antara, Kamis (14/1/2021).

"Memang benar hari ini [red: kemarin] ada dua maskapai yang dialihkan pendaratan (divert) disebabkan cuaca buruk," ungkap Eri Brawliantoro di Sungai Raya.

Menurutnya, dirinya menyebutkan bahwa kedua pesawat tersebut dengan kode penerbangan kode penerbangan JT 684 milik maskapai Lion Air dan GA 504 milik maskapai Garuda Indonesia terpaksa dialihkan mendarat di bandara lain.

"Divert (bukan di tujuan semula) dan RTB (Return to Base) atau pesawat yang sudah terbang untuk beberapa saat tetapi kembali lagi ke bandar udara awal atau bandar udara alternatif terdekat karena alasan tertentu, itu hal lumrah dalam dunia penerbangan, karena mengutamakan faktor keselamatan penerbangan," jelasnya.

Eri juga menambahkan jika hal tersebut merupakan dampak cuaca buruk, maka untuk itu pesawat Lion Air dialihkan ke Bantam, sedangkan pesawat Garuda dialihkan ke Palembang.

Tidak hanya dua pesawat itu saja, satu pesawat lainnya dari maskapai Sriwijaya Air juga hampir mengalami hal serupa akan tetapi berhasil landing di Bandara Supadio Pontianak.

"Saat cuaca kurang baik tadi pesawat, Sriwijaya Air sempat landing. Itu karena cuacanya sempat terang sedikit dan jarak pandang sempat memenuhi standar. Sementara itu pesawat Batik Air sempat Holding. Kalau sudah begitu ada keputusan apakah akan landing atau divert," sambungnya.

Dirinya menegaskan jika untuk faktor cuaca ada beberapa, salah satunya karena angin atau visibility atau jarak pandang yang memang di bawah standar sehingga bisa mengganggu keselamatan penerbangan.

"Makanya setiap pengoperasian penerbangan pesawat perlu mengetahui cuaca yang mengacu pada BMKG. Data ini akan diteruskan kepada ATC maupun pilot salah satunya saat akan landing untuk mengambil keputusan apakah landing atau divert," tutupnya. (fka)

 

 

 

 



Lion Air Garuda Indonesia Gagal Mendarat Cuaca Buruk Pontianak Bandara Supadio

Loading...

Related Post