Advertisement

Misteri Kedelai Belum Terungkap, Satgas Pangan Polri: Tetap Pantau Importir

Misteri Kedelai Belum Terungkap, Satgas Pangan Polri: Tetap Pantau Importir
Pengecekan gudang kedelai. Sumber: poskota.co.id
Editor : Terasbekasi1 Bekasi — Rabu, 13 Januari 2021 11:37 WIB
Teras Bekasi, Jakarta  – Terkait masalah pelonjakan harga kedelai yang meninggi, Tim Satgas Pangan Polri hingga kini masih melakukan pemantauan terhadap kelangkaan kedelai dipasaran dan sejumlah importir.

Dari proses pemantauan, Tim Satgas belum menemukan tanda-tanda penimbunan kedelai.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes,  Ahmad Ramadhan mengungkapkan mengenai proses pengawasan terhadap kelangkaan kedelai, sampai saat ini Satgas Pangan masih melakukan pemantauan.

"Pemantauan terhadap kemungkinan-kemungkinan dan mengantisipasi terhadap kemungkinan penimbunan kedelai. Sampai saat ini belum ditemukan penimbunan kedelai atau bahan kedelai," jelas Ramadhan, dilansir dari poskota.co.id, Rabu (13/1/2021).

Pada mulanya, Satgas Pangan meyakinkan akan menindak tegas dan memproses hukum importir kedelai yang berani melakukan penimbunan dan memainkan harga sehingga kedelai langka dipasaran.

"Polri merespon kelangkaan kedelai di pasar terutama importir, apabila di temukan ada dugaan pidana maka Satgas Pangan akan melakukan penegakan hukum," tegas Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, dalam keterangannya, Rabu (06/01/2021).

Dirinya menerangkan, Satgas Pangan Bareskrim Polri sendiri sudah melakukan pengecekan ke sejumlah gudang-gudang importir kedelai kemarin.

Termasuk di antarnya, yakni gudang yang berada di Bekasi, bernama, PT. Segitiga Agro Mandiri. Dalam temuannya, bahwa perusahaan itu bergerak di bidang impor kedelai ex Amerika dengan kapasitas antara 6.000 hingga 7.000 ton per bulan.

"Kedelai import tersebut selain diperuntukan pemenuhan industri tahu dan tempe untuk kwalitas II juga dipergunakan untuk proses pakan ternak dan proses pembuatan minyak kedelai serta produk turunan lainya," tukas Argo. 

"Didapat informasi dari Staff Perusahaan tersebut Kenaikan harga disebabkan karena selain harga beli di negara asal terjadi kenaikan yang sebelumnya 6.800 menjadi 8.300, juga disebabkan sejak pertengahan bulan Oktober-Desember 2020 kapal yang langsung tujuan Indonesia sangat jarang sehingga menggunakan angkutan tujuan singapore dan sering terjadinya delay dikarenakan menunggu waktu dalam konekting ke Indonesia sehingga keterlambatan antara 2- 3 minggu," tutur dirinya. (fka)

 



Kedelai Penimbunan Kedelai Kelangkaan Kedelai Satgas Pangan Polri

Loading...

Related Post