Advertisement

Artis Pake Faceshield Tanpa Masker di TV, KPI: Lakukan Evaluasi Satgas Covid-19

Artis Pake Faceshield Tanpa Masker di TV, KPI: Lakukan Evaluasi Satgas Covid-19
Ilustrasi penari Kecak Uluwatu di Bali mengenakan APD, faceshield, masker dan sarung tangan mengikuti protokol kesehatan. Sumber: Kementrian Parektraf
Editor : Terasbekasi1 Bekasi — Selasa, 12 Januari 2021 15:25 WIB
Teras Bekasi,  Jakarta – Buah kritik  dari dr Tirta dan tenaga kesehatan lainnyab terhadap Satgas Covid-19 berujung dilakukannya rapat Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). 

Final dari rapat KPI itu akan disampaikan kepada seluruh Lembaga Penyiaran (LP) televisi guna mengevaluasi programnya agar memakai faceshield dan masker saat siaran.

"Tadi malam kami melakukan rapat koordinasi dan evaluasi dengan ketua Satgas Covid-19 dan jajarannya. Perhatian LP sudah cukup kooperatif dengan kebijakan protokol kesehatan, tetapi ada celah dalam Keputusan KPI Pusat terkait faceshield yang menurut kami harus segera dievaluasi." ungkap Wakil Ketua KPI Mulyo Hadi Purnomo kepada awak media, Selasa (12/1/2021).

Dalam wartakota.tribunnews.com, Mulyo Hadi Purnomo menyatakan jika dari temuan Satgas Covid-19, faceshield tidak direkomendasikan sebagai protokol kesehatan.

"Karena berdasarkan kajian faceshield tidak lagi direkomendasikan sebagai bentuk pemberlakuan prokes (protokol kesehatan) Covid-19, KPI sangat memerhatikan kebijakan Satgas Covid-19."jelasnya.

Oleh sebabnya, KPI akan mengajak lembaga penyiaran televisi untuk membahas hasil temuan Satgas Covid-19 soal penggunaan faceshield tanpa masker.

"Karena itu, hari Rabu besok kami akan mengundang seluruh LP TV untuk mendengarkan temuan-temuan data dan kebijakan yang diharapkan berlaku pada produksi program siaran," sambungnya.

Mulanya, dr Tirta yang menjadi influencer di media sosial dan relawan peduli pencegahan Covid-19 mengkritisi artis yang tampil live di TV hanya menggunakan faceshield tanpa masker.

Mulyo Hadi Purnomo juga menilai, banyak artis dan pemandu acara di televisi kurang menjaga jarak.

"Apalagi para host dan talent (di televisi) kurang memerhatikan jarak dan masih ada kontak," sebutnya.

Dirinya menyayangkan hal tersebut sebab sebagai figur publik seharusnya pemandu acara bisa menjadi contoh baik bagi masyarakat.

Wakil Ketua KPI tersebut menjelaskan, masalah bukan hanya penggunaan faceshield tanpa masker, melainkan  penegakan protokol keamanan kurang diperhatikan.

Alasan dalam acara tersebut hanya menggunakan faceshield atau terpaksa melepas masker sesaat.

"Kalau misalnya standar protokol yang diberlakukan di televisi sudah bagus ya disampaikan di awal program, " ujarnya.

Mulyo mengharapkan media TV dan radio menjadi media sosialisasi terhadap pencegahan virus corona karena saat tren cenderung meningkat di Indonesia. (fka)





KPI Faceshield Artis Tanpa Masker TV Satgas Covid-19 Evaluasi

Loading...

Related Post