Advertisement

Sriwijaya Air Jatuh Di Kepulauan Seribu : Tim DVI Masih Menunggu Data Antemortem Dari Pihak Keluarga

Sriwijaya Air Jatuh Di Kepulauan Seribu : Tim DVI Masih Menunggu Data Antemortem Dari Pihak Keluarga
Posko Ante Mortem RS Polri Kramat Jati (Foto: poskota.co.id)
Editor : Terasbekasi2 Bekasi — Senin, 11 Januari 2021 14:54 WIB

Jakarta - Tim Disaster Victim Identification (DVI) sampai dengan saat ini masih menunggu data antemortem dari pihak keluarga penumpang Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak. Jika data ayng diperlukan sudah masuk, proses identifikasi pastinya akan lebih cepat.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk mengidentifikasi korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 ini berasal dari beberapa instansi yang ahli dibidangnya masing-masing, terdiri dari personel Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Tentara Nasional Indonesia (TNI) Kementerian Kesehatan, dan Ikatan Dokter Ahli Forensik Indonesia.

Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Rusdi Hartono mengatakan, data antemortem tersebut nantinya dicocokkan dengan data postmortem atau setelah kematian. Karena data yang terdiri dari data umum korban, seperti umur, berat badan, tinggi badan warna kulit sangat dibutuhkan. Sebagaimana dilansir dari poskota.co.id

"Ada juga nanti rekam medis dari korban sebelum meninggal dunia," katanya, Senin (11/1/2021).

Rusdi mengatakan, tiga parameter dalam proses DVI yang menjadi prosedur identifikasi korban bencana hingga kecelakaan pertama yakni sidik jari korban. Hal itu bisa didapat dari pihak keluarga lewat sejumlah dokumen, salah satunya ijazah dan yang nantinya dicocokkan.

"Itu akan sangat membantu. Jadi dokumen apa pun yang bisa menjelaskan korban sebelum meninggal dunia itu sangat bermanfaat bagi TIM DVI," ujarnya.

Parameter kedua yakni gigi, kata Rusdi adalah menyerahkan riwayat pemeriksaan gigi semasa hidup ke tim DVI. Dan terakhir adalah sampel DNA dari keluarga inti korban yang hingga kini sudah ada 40 sampel DNA untuk keperluan identifikasi.

"Setelah semua data itu didapat, akan diverivikasi sehingga diharapkan tidak ada data ganda," tuturnya.

Dengan keperluan itu, Rusdi pun berharap keluarga korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 bisa segera menyerahkan data yang dimaksud. Terlebih hingga pagi tadi sudah masuk 16 kantong jenazah dan tiga kantong properti hasil proses evakuasi.

"Hingga kini tim gabungan DVI juga masih melakukan pemeriksaan," pungkasnya. (tc2)

 



Sriwijaya Air Jatuh Kepulauan Seribu Kantong Jenazah Tim SAR TNI Polri DVI

Loading...

Related Post