Advertisement

BPJPH Tunggu Surat Resmi MUI Terkait Vaksin Sinovac

BPJPH Tunggu Surat Resmi MUI Terkait Vaksin Sinovac
Kepala BPJPH Sukoso. Sumber: Istimewa
Editor : Terasbekasi1 Bekasi — Senin, 11 Januari 2021 14:40 WIB
Teras Bekasi, Jakarta – Terkait sertifkasi halal Vaksin Sinovac untuk covid-19, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) masih menunggu penetapan dari Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat untuk diterbitkan. 


Seperti yang disampaikan Kepala BPJPH Sukoso di Jakarta, Senin (11/01/2021).  "Komisi Fatwa MUI memang telah menetapkan bahwa vaksin Sinovac halal dan suci. Tapi finalnya masih menunggu keputusan BPOM terkait izin penggunaan," tutur  Sukoso. 

Kini, pihaknya masih menunggu hasil lengkap ketetapan fatwa MUI. “Kami sudah berkordinasi dengan MUI dan LPPOM. Insya Allah setelah semua lengkap kita terbitkan sertifikat halal vaksin Sinovac," sambungnya.

Dalam poskota.co.id, Sukoso menerangkan jika terdapat ada tujuh proses yang wajib dilalui dalam penerbitan sertifikat halal, yaitu: permohonan, pemeriksaan, penetapan, pengujian, pengecekan, fatwa, terakhir yakni penerbitan sertifikasi halal.

Selanjutnya, Guru Besar  FPIK Universitas Brawijaya ini pun menjelaskan bahwa BPJPH  lalu menerima dan memverifikasi dokumen hasil pemeriksaan/pengujian produk dari LPPOM.

Selanjutnya, dilakukan sidang fatwa halal hingga terbit keputusan penetapan halal produk dari MUI.

"Permohonan sertifikasi halal vaksin Sinovac ini telah diajukan sejak Oktober 2020 ke BPJPH, lalu LPPOM melakukan audit ke China. Mereka melakukan pemeriksaan atau pengujian produk. Biasanya 40 hingga 60 hari kerja " ujarnya.

"Jadi, sekarang BPJPH sedang menunggu surat ketetapan halal resmi dari MUI. Sertifikat Halal vaksin Sinovac segera terbit setelah diterbitkan hasil lengkap ketetapan halal MUI. Intinya proses sertifikasi halal vaksin Sinovac sudah sesuai UU 33 Tahun 2014 soal Jaminan Produk Halal," tutupnya. (fka)



Vaksin Sinovac Covid-19 Sertifikasi Halal MUI BPJPH

Loading...

Related Post