Advertisement

PPKM Jawa-Bali, Satgas: Harap Patuhi Instruksi!

PPKM Jawa-Bali, Satgas: Harap Patuhi Instruksi!
Juru Bicara Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito. Sumber: Istimewa
Editor : Terasbekasi1 Bekasi — Sabtu, 9 Januari 2021 16:02 WIB

Teras Bekasi, Jakarta – Pemerintah Pusat akan menerapkan Pelaksaanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa dan Bali mulai tanggal 11 - 25 Januari 2021. Penetapan itu dinilai sebagai salah satu cara mengendalikan penyebaran Covid-19. 

Untuk itu, Satuan Tugas (Satgas)  Penanganan Covid-19 menegaskan bahwa Pelaksaanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa dan Bali, karena bagian tersebut banyak terdapat daerah zona merah atau risiko tinggi. 

"Sebab itu, daerah yang menolak menerapkan PPKM  diperintahkan segera mematuhinya," tegas Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito di Jakarta, pada Jumat (08/01/2021).

"Bagi pihak manapun yang menolak kebijakan dari pusat yang disusun berdasarkan data ilmiah untuk segera mengindahkan instruksi pemerintah, karena instruksi ini bersifat wajib," sambungnya. 

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 tersebut menekankan penetapan PPKM Jawa dan Bali dijelaskan, digarap guna mempercepat penanganan pandemi Covid-19. Ketetapan itu sudah dirancang sedemikian rupa bagi kepentingan sektor kesehatan dan ekonomi.

"Dan bisa dilihat, berdasarkan grafik yang dipaparkan, dimana Pulau Jawa dan Bali merupakan zona merah dan kontributor  terbesar di tingkat nasional dan menambahkan kasus positif tertinggi," pungkas Wiku.

Wiku menambahkan jika tren perkembangan kasus covid-19 belakangan menyebabkan pemerintah mengambil penetapan PPKM. Pada akhirnya, pemerintah menetapkan kebijakan melalui instruksi Menteri Dalam Negeri No. 1 Tahun 2021 tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Pulau Jawa dan Bali mulai 11 - 25 Januari 2021. 

“Perlu dipahami saat ini kita kembali menerapkan tahapan menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19, yaitu tahal prakondisi. Timing, prioritas dan koordinasi pusat -daerah," jelasnya dari poskota.co.id. 

Sejatinya, PPKM ini harus terus dilakukan dalam pengawasan dan evaluasi agar dapat ditentukan langkah kedepannya. Jika terdapat peningkatan kasus positif di Pulau Jawa dan Bali dapat dikendalikan dengan baik, maka kondisi kasus Covid-19 di tingkat nasional bisa menurun drastis.

"Dan ini tentunya menjadi modal penting agar masyarakat kembali produktif," tutup Wiku. (fka)

 



Jawa-Bali Satgas Covid-19 PPKM

Loading...

Related Post