Advertisement

MUI Sebut Vaksin Sinovac Halal, BPOM: Izin Darurat Penggunan Segera Keluar

MUI Sebut Vaksin Sinovac Halal, BPOM: Izin Darurat Penggunan Segera Keluar
Ilustrasi Vaksin Covid-19. Sumber: iStock
Editor : Terasbekasi1 Bekasi — Sabtu, 9 Januari 2021 11:20 WIB

Teras Bekasi, Jakarta – Setelah melalui segala macam proses untuk mendapatkan kehalalan, vaksin covid-19, Sinovac mulai minggu depan Indonesia sudah dapat melakukan vaksinasi covid-19. Pasalnya, kini MUI telah sah memberikan stempel hal untuk Vaksin Sinovac.

Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan dari Ketua MUI, Asrorun Niam, dalam konferensi pers Jumat (8/1/2020). Penetapan itu dibuat  MUI seusai dilakukannya sidang pleno menyangkut Vaksin Sinovac.

"Kemudian yang terkait aspek kehalalan setelah dilakukan diskusi yang cukup panjang dari hasil penjelasan dari tim auditor rapat komisi fatwa menyepakati bahwa vaksin COVID-19 yang diproduksi Sinovac Life Science China yang diajukan proses sertifikasi oleh Bio Farma hukumnya suci dan halal," jelas Niam.

Namun, hingga kini MUI belum menerbitkan fatwa secara utuh mengenai Vaksin Sinovac. Menurut Niam, MUI masih menunggu hasil final dari BPOM.

"Akan tetapi mengenai kebolehan penggunaannya ini sangat terkait dengan keputusan mengenai aspek keamanan dari badan POM. Dengan demikian fatwa majelis ulama Indonesia terkait dengan produk vaksin covid-19 dari Sinovac Life Science ini akan menunggu hasil final dari badan POM mengenai aspek ketoyyibannya,"terang Niam.

"Fatwa utuhnya akan disampaikan setelah badan POM menyampaikan mengenai aspek keamanan untuk digunakan apakah itu aman atau tidak maka fatwa akan melihat aspek ketoyyiban tersebut," sambungnya.

Di waktu yang sama, Kepala BPOM Penny K Lukito juga turut menjanjikan izin penggunaan darurat atau emergency use of authorization dapat segera menunjukkan hasilnya sebelum 13 Januari 2021. Penny menuturkan jika sampai kini beberapa tahapan telah dilalui untuk evaluasi Vaksin Sinovac.

"Dengan adanya rolling submission dengan BPOM, yang bertahap, kan ditemukan keamanan sudah baik, efikasi yang bertahap dilaporkan juga dipantau, sudah kami dapatkan datanya," terang Penny pada konferensi pers di kanal YouTube Jumat (8/1).

"Imunogenisitas, netralisasi, itu sudah memberikan keyakinan pada kami sehingga EUA bisa diberikan tanggal 13 Januari 2021," lanjutnya.

Ketua BPOM tersebut menambahkan bahwa pemantauan kini sudah masuk dalam tahap akhir. Untuk itu, perizinan penggunaan darurat diharapkan dapat cepat keluar.

Meskipun, ada muncul beberapa pertanya bagaimana jika nantinya adanya kemungkinan EUA tak bisa keluar sebelum tanggal 13 Januari, BPOM kembali menegaskan pihaknya meyakini EUA keluar sebelum jadwal vaksinasi covid-19.

"Masih bisa dipastikan akan keluar sebelum tanggal 13 Januari," tegasnya.

Vaksin Sinovac saat ini terdapat ada sebanyak 3 juta dalam bentuk siap digunakan di Indonesia. Namun, pekan depan sudah ada rencana mendatangkan 15 juta bahan baku vaksin yang siap mendarat di Indonesia. Data tersebut dituturkan Presiden Jokowi saat menyerahkan sertifikat tanah. Vaksin yang berjumlah 3 juta dosis tersebut, ada 700 ribu sudah dikirim ke beberapa daerah.

"Dua hari lalu telah kita kirim vaksin ke 34 provinsi tahapan pertama baru dikirim 700 ribu ke daerah-daerah. Tapi stok kita akan ada 3 juta baru dikirim ke daerah 700 ribu. Nanti akan dikirim lagi berikutnya akan dikirim lagi berikutnya, insyaallah minggu depan juga akan ada datang lagi 15 juta vaksin dalam bentuk baku bahan baku, bulk, yang akan diproduksi oleh Bio Farma," tutur Presiden Jokowi pada saluran YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (05/1/2021).

Perlu diketahui bahwa proses vaksinasi covid-19 akan perdana dilakukan pada Rabu (13/1/2021) serempak di 34 provinsi Indonesia. Presiden Republik Indonesia tersebut meminta agar masyarakat tetap mematuhib protokol kesehatan dengan melakukan aksi 3M. (fka)



MUI Vaksin Sinovac Covid-19 BPOM Izin Darurat Fatwa Halal

Loading...

Related Post