Advertisement

Pekan Depan, Bekasi Siap Lebih Perketat Pembatasan

Pekan Depan, Bekasi Siap Lebih Perketat Pembatasan
Walikota Kota Bekasi, Rahmat Effendi (Pepen). Sumber: bekasikota.go.id
Editor : Terasbekasi1 Kota Bekasi — Jumat, 8 Januari 2021 15:25 WIB

Bekasi – PSBB akan segera diberlakukan mulai 11-25 Januari 2021 nanti, Pemerintah Kota Bekasi mengikutinya seperti  dengan ketentuan yang sudah dikukuhkan oleh pemerintah pusat guna menghentikan penyebaran Covid-19.

Sementara itu, Walikota Bekasi Rahmat Effendi menegaskan bahwa PSBB di Kota Bekasi sudah dijalankan selama ini dengan pembatasan jam operasional, pembatasan kegiatan, sampai dengan menggunakan konsep RW siaga.

“Kalau itu harus dilakukan seperti bawal (dengan penyekatan wilayah) pada saat kita melakukan (PSBB), ada posko-posko, atau ada point-point, toh sekarang RW siaga kita masih berjalan, semua masih berjalan,” ujarnya.

Pemerintah Kota Bekasi telah melakukan pengetatan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan menggunakan Peraturan Daerah (Perda) Adaptasi Tatanan Hidup Baru (ATHB) yang baru-baru ini direalisasikan.

Menurut Pepen, panggilan akrab dari Walikota Kota Bekasi tersebut, bahwa hasil Rapat Koordinasi (Rakor) Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 di Kota Bekasi terkait dengan pelaksanaan PSBB dan perkembangan kasus yang saat ini tinggi. Hal ini terbukti dengan banyaknya kasus kematian yang diperoleh sudah hampir dua persen, tentunya dengan tingkat kesembuhan 94 persen. Di samping itu, pemkot Bekasi akan menambah tempat tidur isolasi untuk merawat pasien Covid-19 ini.

Tak lupa, dalam waktu dekat Perda ATHB akan dilaksanakan, termasuk pemberian sanksi untuk pelanggar setelah dilakukannya sosialisasi ditujukan kepada masyarakat Kota Bekasi.

Walikota Kota Bekasi Pepen menambahkan jika pemberlakuan PSBB ini sejatinya harus dibuat sesuai dengan peta resiko penularan, atau daerah yang berada di risiko penularan tinggi (merah) dan penularan sedang (orange). ”Jadi menurut saya sudah saja, semua (zona) orange dan merah itu di PSBB kan seharusnya di Jawa dan Bali,” imbuhnya.

Bertambahnya kasus Covid-19 yang terjadi sepanjang Desember 2020 hingga Januari 2021 merupakan imbas dari keegosian masyarakat yang kendor dalam menjalankan protokol kesehatan (Prokes). Semakin bertambahnya kasus, muncul prediksi jika tidak turun maka akan terus bertambah hingga Juni nanti.

Perencanaan pemberian vaksin  yang akan diberlakukan, menurut Pepen sendiri tidak serta merta bermain sebagai penekan kasus, meskipun vaksin yang akan disebarkan berjumlah 10 juta vaksin.

Hal ini dapat dikatakan benar, karena nantinya di tahap pertama tersebut hanya terhitung 3 juta vaksin yang siap diberikan. Oleh karenanya, Pemerintah Kota Bekasi berupaya maksimal untuk mempersiapkannya.

”Kalau vaksinnya ada (harus dipersiapkan hingga bulan Juni), kalau tidak ada harus dipersiapkan pertambahan (tempat tidur) lebih banyak, fasilitas yang lebih banyak,” tutup Rahmat Effendi. (fka)

 

Walikota Bekasi Pepen Pemerintah Kota Bekasi Covid-19 Vaksin PSBB Dua Pekan Rahmat Effendi Perda ATHB Satgas Covid-19 Jawa Bali

Loading...

Related Post