Advertisement

Prediksi Naik sampai Februari, Sutaryo: Pemerintah Harus Tekan Importir Kedelai

Prediksi Naik sampai Februari, Sutaryo: Pemerintah Harus Tekan Importir Kedelai
Pengrajin tahu dan tempe di Ciledug. Ilustrasi. Sumber: poskota.co.id
Editor : Terasbekasi1 Bekasi — Jumat, 8 Januari 2021 11:57 WIB

Jakarta – Demi menyelesaikan permasalahan kenaikan harga kedelai, Kementerian Pertanian (Kementan) merencanakan peningkatan produksi kedelai lokal. Namun cara tersebut tidak efektif untuk merampungkan masalah lonjakan harga kedelai di Indonesia saat ini.

Di waktu yang sama, Ketua Pusat Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Puskopti) DKI Jakarta, Sutaryo menegaskan, para produsen tempe dan tahu hanya ingin pemerintah mengendalikan harga kacang kedelai.

Sebab jika hanya menaikkan produksi kedelai lokal, itu dianggap sama saja. "Kalau langkah tersebut tepat sebagai solusi jangka panjang, saat ini yang penting kendalikan harga," tegasnya, pada Kamis (7/1/2021).

Seluruh pengrajin tahu dan tempe mengharapkan pemerintah untuk segera mengambil kendali harga bahan pokok tersebut supaya harga jual tempe dan tahu tidak terus menerus melonjak tinggi.

Pemerintah diminta untuk cepat mengambil langkah mengingat kini harga kedelai yang kini Rp9.200 perkilogram terus naik hingga diprediksi sampai akhir Februari 2021.

"Sistem kunci harga, dua minggu, sebulan yang diinginkan pengrajin," ungkapnyaSutaryo. Dirinya menuturkan bahwa kesepakatan dagang China yang membeli hasil panen kedelai Amerika berlangsung hingga Februari 2021 mendatang.

Namun, nantinya pada  Maret 2021 China mengalihkan pembelian kedelai ke Brazil yang termasuk satu dari empat negara penghasil kedelai terbesar di dunia.

"Makanya kami minta pemerintah menjaga harga kedelai dengan menekan importir kedelai tidak menaikkan harga," jelasnya dalam poskota.co.id.

Sutaryo tak lupa menjelaskan bahkan produsen tempe tahu sejak lama mendukung pemerintah mewujudkan program swasembada kedelai yang direncanakan sejak 2006 silam. Karenanya,  kedelai lokal itu pun lebih cocok untuk bahan baku tahu.

"Namun bila stoknya melimpah bisa menjaga daya tahan pangan Indonesia," tutupnya. (fka)

 

Tempe Tahu Kedelai Naik Kedelai Lokal Kementrian Pertanian Sutaryo China Amerika Impor Pangan

Loading...

Related Post