Advertisement

Kini Ekspor Perikanan Ambon-Jepang Pangkas Waktu

Kini Ekspor Perikanan Ambon-Jepang Pangkas Waktu
Ekspor ikan laut lewat udara. Sumber: poskota.co.id
Editor : Terasbekasi1 Bekasi — Jumat, 8 Januari 2021 11:13 WIB

Jakarta - Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), Rina menyerukan, kini ekspor komoditas perikanan dapat menghemat waktu sampai 50%. Alhasil, komoditas kelautan dan perikanan kini bisa langsung diekspor dari Ambon ke Jepang.

Awal mulanya, ekspor membutuhkan durasi kurang lebih 24 - 26 jam disalurkan rute Ambon–Jakarta–Narita (Jepang). Namun, kini lebih cepat yakni menjadi 13 jam dengan rute Ambon - Manado - Narita.

"Kita patut berbangga, kini ekspor dari Ambon tidak perlu lagi ke Jakarta, jadi bisa lebih cepat, tentunya juga ekspor ini bisa menurunkan beban operasional selain memangkas waktu" jelas Rina, pada Kamis  (7/1/2021).

Dalam laman poskota.co.id menyebutkan bahwa dahulu pengiriman ekspor tersebut memakan ongkos pengangkutan rata-rata seharga Rp 42.000/kg, kini hemat hanya perlu Rp24.000/kg. Rina membeberkan jika ekspor komoditas perikanan tersebut dikirim dengan memakai pesawat kargo yang pada umumnya memuat 12 ton/flight.

Kepala BKPIM tersebut berharap nantinya seluruh jajaran hendak terus-menerus membuka peluang ekspor langsung dari daerah lain ke negara tujuan. Cara ini dianggap dapat menggampangkan para pelaku usaha serta turut melonggarkan tanggungan operasional.

"Dengan begitu, harapan kita ekonomi di daerah bisa tumbuh melalui ekspor yang terus bergeliat," sambungnya.

Selang itu, Kepala Balai KIPM daerah Ambon, Ashari Syarif meyakinkan bahwa ekspor pertama akan dimulai dari Ambon ke Jepang pada hari ini. PT. Peduli Laut Maluku akan menjadi perusahaan pertama yang menjalankan direct export diresmikan oleh Gubernur Maluku, Murad Ismail.

Penyerahan Health Certificate langsung dari BKIPM Ambon dan Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Ambon, kegiatan tersebut sekaligus dijadwalkan bersamaan dengan ekspor perdana.

Ekspor komoditas perikanan untuk hari ini berjumlah 19.268 kg ikan tuna yang memiliki nilai Rp1.699.900.032,-

"Pihak Garuda menyediakan pesawat kargo carteran dari Ambon – Narita Jepang via Manado," yakin Ashari.

"Jadi dari obrolan santai, akhirnya terjalin kesepakatan. Route ekspor akan dilakukan melalui Bandar udara Pattimura Ambon menuju Narita Jepang Via Bandar udara Sam Ratulangi," sambung Ashari. 

Kepala BKIPM Ambon tersebut menuturkan jika kegiatan ekspor langsung dari Ambon-Jepang tak sengaja dicetuskan pada saat dirinya sedang bertemu dengan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku, Kepala Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Provinsi Maluku, Staf Khusus Gubernur dan Perwakilan Garuda Airlines pada acara santai dan ngopi bersama-sama. Pencetusan tersebut menghasilkan kesepakatan serta komitmen yang dilanjutkan dengan rapat koordinasi antar instansi 05 Januari 2021 lalu bertempat di Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku. (fka)



Ekspor Perikanan Ambon-Jepang BKIPM Ekspor Komoditas Perikanan Maluku PTSP PEB Garuda Airlines

Loading...

Related Post